What do you think about…….. Nursing?

Picture1Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran anda ketika mendengar kata ‘Perawat’?

Cantik? Seksi? Care? Baik? atau malah Judes?

Entahlah, semua pasti memiliki pemikiran yang berbeda-beda mengenai perawat.

Seperti yang kita ketahui, pelayanan kesehatan tidak terlepas dari peran seorang perawat.

Lalu bagaimana pandangan kita selama ini mengenai profesi mulia tersebut?

Berbicara mengenai pandangan, kita akan mengulas sedikit tentang bagaimana masyarakat memandang, menilai, dan menggambarkan profesi perawat. Kenyataannya, masyarakat masih banyak yang meragukan eksistensi perawat sebagai sebuah profesi.

Mengapa demikian?

Hal tersebut terlihat jelas dengan banyaknya pemikiran yang menggambarkan bahwa seorang perawat hanyalah ‘pembantu’ profesi tetangga(dokter). Ironis! -_-

Mengapa perawat harus disamakan dengan pembantu? Padahal perawat dan dokter merupakan dua profesi yang berbeda, meskipun sama-sama bergerak di bidang kesehatan. Ini jelas tidak adil bagi profesi perawat.

Lalu siapa yang harus di salahkan atas pemikiran tersebut?

Sekarang bukan waktunya saling menyalahkan. Pemikiran tersebut bisa saja datang, karena memang dalam prakteknya, masyarakat telah banyak melihat atau dihadapkan dengan kenyataan bahwa perawat itu judes, sombong, tidak ramah, tidak pintar seperti dokter dan sebagainya. Kemungkinan ini terjadi karena kebanyakan pasien yang bertanya kepada perawat cenderung mendapatkan jawaban seperti “Maaf bu, ibu bisa tanyakan langsung kepada dokternya. Beliau yang lebih tau”.

Penyebab lain adalah pelayanan dan asuhan keperawatan yang belum menampakkan dirinya sebagai pelayanan professional. Sehingga tidak mengherankan jika eksistensi keperawatan belum sepenuhnya diterima sebagai profesi.

Selain itu, media memegang peran yang sangat penting dalam menciptakan image bagi perawat. Sayangnya, di Indonesia, perawat digambambarkan sebagai tokoh yang judes, sombong, ‘bodoh’, tidak memiliki wewenang terhadap pasien, dan hanya melakukan tindakan yang diperintahkan oleh dokter. Serta masih banyak lagi karakter-karakter ‘menyeramkan’ seperti yang sering ditampilkan dalam sinetron atau film-film yang tidak bertanggung jawab dan sangat tidak mendidik.

Meskipun hal tersebut hanya sebuah acara televisi, namun sedikit banyak bisa menjadi cerminan mengenai citra diri dan pandangan masyarakat terhadap profesi perawat.

Kenyataan tersebut mengharuskan kita untuk menjadi perawat yang tidak hanya professional di bidangnya, namun juga harus memiliki keahlian diberbagai bidang agar kita bisa menciptakan sendiri image positif dalam masyarakat.

Kita(perawat) harus mengambil tindakan dan menunjukkan bahwa paradigma miring yang selama ini ‘bergentayangan’ di masyarakat tidak -sepenuhnya- benar.

Kita tidak bisa hanya diam dan berharap suatu saat pandangan terhadap perawat bisa menjadi lebih baik lagi. Kita harus memberikan bukti nyata bahwa perawat itu care, ramah, dan pintar. Agar perawat tidak lagi digambarkan sebagai profesi pembantu dokter.

Ini merupakan tugas yang tidak mudah karena memang jika dilihat dari segi ilmu, pendidikan dokter lebih dulu berdiri daripada keperawatan. Wajar saja masyarakat beranggapan demikian. Namun walaupun tidak mudah, bukan berarti tidak mungkin bagi kita untuk menciptakan image-image positif mengenai perawat di masyarakat.

Seringkali kita mendengar pertanyaan:

“sekarang kuliah di mana?”

“di Keperawatan”

“Kenapa harus jadi perawat? Tanggung banget. Kenapa gak sekalian jadi dokter aja”

“…………..”

Itu merupakan salah satu bukti bahwa secara tidak langsung masyarakat terkadang masih memandang sebelah mata profesi perawat.

Bayangkan saja jika semua orang di dunia lebih memilih menjadi dokter daripada menjadi perawat.

Bisa kita bayangkan apa yan6ce3896d5e43c8a3616f630b3eecb939g akan terjadi?

Siapa yang nantinya akan merawat, mendampingi, serta membantu pasien dalam memenuhi kebutuhannya?

Dokter-kah? Tidak.

Hal tersebut bukanlah tugas seorang dokter. Melainkan peran dan fungsi perawat. Jadi, mari kita lebih menghargai profesi perawat. Banggalah menjadi profesi yang menyentuh dan mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik.

“Karena memang tidak ada yang salah dengan menjadi seorang perawat. Lantas mengapa harus menjadi dokter?” 🙂

“Proud to be a Professional Muslim Nurse” –Amin-

 

 

References :

https://www.crnbc.ca/crnbc/Announcements/2012/Pages/Perceptions.aspx

http://www.asrn.org/journal-nursing/249-the-real-public-perception-of-nurses.html

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2010/10/11/persepsi-masyarakat-tentang-perawat-286338.html

Lecture Bapak Iyus Yosep, SKp.,MSi.,MSc